Jika aku menjadi gubernur BI
Hallo semuanya…salam dari kami untuk semuanya..
Kami adalah siswi SMP 3 Majalengka. Ketika kami mendengar ada lomba ini, awalnya kami kurang tertarik dengan lombanya. Tapi setelah mendengar bahwa lomba ini harus menuliskan artikel tentang impian kita jika menjadi gubernur BI, kami jadi tertarik karena kami pikir dengan kesempatan ini kami mungkin bisa memberikan pemasukkan untuk para pemimpin agar tidak bekerja untuk kepentingan sendiri, melainkan perhatikan juga masyarakat yang membutuhkan perhatian dari mereka.
Jika memang ada yang menilai pemasukkan dari kami itu negatif, mungkin pendapat itu benar. Tapi jika memikirkan pemasukkan dari kami secara positif, mungkin kita dapat menemukan pemikiran bahwa bagaimana jadinya jika Negara ini terus-terusan menghadapi masalah yang sama. Coba anda pikir sendiri masalah apa yang sering dialami di Indonesia. Mungkin Negara lain juga akan mengetahuinya karena masalah ini sudah mendunia. Mungkin anda menganggap kami sok tau, tapi kami adalah suara rakyat yang prihatin terhadap keadaan bangsa. Itulah sebabnya kami mengikuti lomba ini.
Mungkin ada hal lain yang mendorong kami untuk berimajinasi menjadi gubernur BI. Yaitu, kami tergiur dengan pendapatan gubernur BI yang wahhh! Tapi jangan dulu berpikiran negatif bahwa kami munafik. Kami juga manusia yang gak bisa lepas dari keinginan memiliki uang banyak. Karena itu adalah salah satu kebutuhan tersier manusia. Tapi…kami juga gak lepas dari pemikiran keadaan bangsa yang juga membutuhkan uang. Kami juga rakyat, yang juga merasakan rasanya ingin serba berkecukupan. Maka dari ini, jika kami menjadi gubernur BI InsyaAllah jika bisa kami ingin mencoba menghapus nama Indonesia dari deretan nama Negara yang memiliki nilai tukar terkecil menjadi nilai tukar terbesar. Mungkin rasanya memang sulit tapi, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menaikkan nilai tukar rupiah. Yang ada dipikiran kami saat ini caranya adalah salah satunya dengan cara mengajukan inisiatif kepada pemerintah untuk menaikkan anggaran dalam berbagai bidang. Misalnya :
- 1. Sekolah gratis ( memberikan fasilitas yang gratis dan layak bagi masyarakat. Contoh buku-buku gratis, seragam gratis, membangun sekolah di pedalaman yang sekiranya tidak ada sekolah, meneliti sekolah ketiap –tiap daerah untuk memastikan apakah anggaran kami sampai kepada daerah dengan jumlah yang pas. Jika dana yang diberikan tidak pas kami akan meneliti dimana dana tersebut tersumbat dan memberikan hukuman yang pantas. Kemudian kami juga harus memastikan bahwa sekolah di Indonesia itu sudah layak digunakan atau tidak )
- 2. Subsidi kesehatan ( memberikan perawatan yang terbaik bagi pasien. Contohnya, jika ada pasien yang tidak sanggup membayar perawatan, maka akan diberikan dana pinjaman yang tidak berbunga. Dengan cara, Anggaran itu akan kami berikan kepada rumah sakit. Dan rumah sakit akan memberikan dana itu pada pasien. Tak lupa kami akan mengeceknya juga)
- 3. Dll ( yang sekiranya bermanfaat)
Dan menjadi gubernur BI itu tidak seharusnya merendahkan diri masyarakat. Justru seorang pemimpin yang contohnya seorang Gubernur BI itu adalah pelayan masyarakat. Dan jika kami menjadi gubernur BI, kami akan berusaha memberikan pelayanan terbaik kami. Sebagai pemimpin BI, seorang gubernur harus mencontohkan kepada pekerja bank untuk menghindari KKN ( Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Karena jika seorang pemimpin tidak melakukan KKN maka, maka pegawainya juga akan merasa malu untuk melakukannya dan bisa-bisa pegawai tersebut melakukan KKN jika pemimpin tersebut juga melakukannya. Dan bila ada kesalahan yang dilakukan tanpa sengaja oleh kami sebagai gubernur BI, kami akan bersedia menanggung balasannya. Meskipun itu berat, tapi itu sudah menjadi catatan tanggung jawab kami
Ada lagi menurut yang kami tahu, seorang guberbur yang merupakan seorang pemimpin, memerlukan suatu keberanian untuk bertanggung jawab, dan memerlukan suatu pemikiran bahwa seorang pemimpin itu menurut kami jika kesusahan itu menjadi orang yang pertama merasakan dan jika merasakan kebahagiaan, harus menjadi orang terakhir yang merasakannya. Hal tersebut dicontohkan oleh sayidina Umar bin khatab.
So, berusahalah mendirikan prinsip bertatanan dari seorang pemimpin yang baik. Disini kami bukan membual, tapi kami hanya menyampaikan inspirasi terbaik kami jika menjadi gubernur Bank Indonesia.













